Senin, 05 Maret 2012

TRIK UNTUK MENDAPATKAN JENIS KELAMIN ANAK SESUAI DENGAN KEINGINAN


Tulisan ini  adalah salah satu dari sekian banyak pembicaraan ngalor ngidul pada malam-malam yang dingin di pos ronda desa sungsum kecamatan tebing tinggi,Alhamdulillah aku bisa menjadi bagian dari warga masyarakat tebing tinggi karena tugasku sebagai paramedic di puskesmas tebing tinggi kabupaten balangan, meskipun puskesmas berada di desa simpang nadong tapi rumah dinas bagi karyawan puskesmas tersebar di beberapa desa di kecamatan tebing tinggi, dan aku menempati rumah dinas yang berada di desa sungsum. Sebagai bagian dari masyarakat akupun membaurkan diri dengan masyarakat disini, dan seperti halnya ditempat lain selain warung, pos ronda merupakan tempat yang ideal bagi ngumpul-ngumpul, dan bahkan di depan rumah dinas yang kami tempati ini pun menjadi tempat untuk ngumpul bareng.
Sebagai petugas kesehatan tak jarang banyak masyarakat yang menjadikanku sebagai tempat bertanya bagi masyarakat tentang hal-hal yang berkaitan tentang kesehatan, dan salah satu dari sekian banyak pertanyaan tersebut, sepertinya masalah tentang perencanaan untuk mendapat kan jenis kelamin anak adalah hal yang menarik untuk dituliskan.
Memang masalah untuk mendapatkan keturunan dan penentuan jenis kelamin anak adalah hak dan kuasa yang Maha Pencipta, manusia hanya bisa berusaha, namun dengan semakin majunya ilmu pengetahuan hal –hal yang berhubungan dengan jenis kelamin ini terkuak,meskipun ini bukan lah hal yang mutlak, namun setidaknya dengan ilmu pengetahuan kita dapat berbiacara secara ilmiah, namun sekali lagi hal ini bukanlah sesuatu yang menjadikan manusia mampu melawan kehendak tuhan yang maha kuasa, motto dalam upaya mendapatkan anak dan jenis kelaminnya sebaiknya adalah dengan “doa dan usaha”,dengan cara ilmiah dan mempergunakan alat canggih sekarang ini setidaknya telah dapat melakukan pemisahan spermatozoa X dan Y, diusahakan untuk melakukan fertilisasi buatan yaitu langsung dimasukkan kedalam vagina kedalam vagina dan uterus pada masa subur, dan pembuahan di laboratorium (bayi tabung) dan penanaman kembali dalam bentuk zigot di dalam uterus.pelaksanaan ini semua tentunya memerlukan biaya yang tidak sedikit, sehingga mereka yang mampu saja dapat memenuhi keinginannya. Dan yang aku jabarkan selama ini adalah untuk kepentingan masyarakat dengan biaya ringan,tanpa mengurangi keintiman hubungan seksual.
Pelepasan sel telur (Ovum) pada wanita terjadi rutin setiap bulan 1 kali, sekitar hari ke-14 pada siklus normal 28 hari, siklus ini sebenarnya bervariasi pada setiap orang, untuk menentukan dan mengetahui masa suburnya ini wanita dapat menggunakan cara, diantaranya adalah :
1)   Berdasarkan hari menstruasi pertama di tambah 12 hari dan berlangsung tujuh hari
2)  Melakukan pemeriksaan suhu basal, pada siklus menstruasi terjadi pelepasan sel telur dan terjadi penurunan diikuti dengan kenaikan suhu 1/2 ° celcius
3)  Kemungkinan keinginan seks meningkat saat pelepasan sel telur
4)  Kemungkinan terasa nyeri karena pelepasan telur (Mittle schmerz)
Bila pada masa subur terjadi hubungan seks, maka sperma akan ditampung di liang senggama bagian dalam, setiap milliliter sperma mengandung sekitar 35-40 juta spermatozoa, sehingga setiap hubungan seks terdapat sekitar 110-120 juta spermatozoa. Setiap spermatozoa membawa kromosom pembawa tanda 22 buah kromosom seks X untuk perempuan dan Y untuk laki-laki sedang pada perempuan yang melepaskan sel telur (ovum) yang dilepaskan selalu membawa 22 pasang pembawa tanda kromosom X( dalam beberapa literature ada yang menyebutkan bahwa kromosomnya berjumlah 24 x dan 24 y atau 48xy, ada pula 23X dan 23y atau 26 XY), pertemuan spermatozoa y dan ovum X akan menghasilkan jenis kelamin zigot laki-laki, sedangkan apabila spermatozoa X bertemu dengan Ovum X akan menghasilkan jenis kelamin zigot perempuan. Pertemuan terlaksana setelah telur lepas sekitar 12 jam dan spermatozoa melalui proses kapasitasi yang disebut fertilisasi, pembuahan “konsepsi” atau Impregnancy. Dengan demikian jenis kelamin tergantung dari bagaimana cara kromosom membelah pada saat meiosis (cara pembelahan sel yag berlangsung pada maturasi sel sel kelamin, sedemikian sehingga setiap anak belah memperoleh ½ dari jumlah kromosom sel induk ) dan kemudian bergabung lagi pada saat fertilisasi. 
Dari sifat dasar spermatozoa adalah mengubah perbandingan yang hidup dan kesempatan untuk melaksanakan pembuahan, kemudian juga memanfaatkan kondisi asam-basa Vagina, inilah yang kita manfaatkan dalam usaha mendapatkan jenis kelamin anak sesuai harapan.
Sifat dari spermatozoa adalah mempunyai gerakan yang aktif, kemudian spermatozoa yang mempunyai Krmosom X dan Y ini mempunyai sifat tersendiri yaitu bahwa kromosom Y ini kecil, lincah, dan tahan suasana basa, sedang Kromosom X spermatozoa berukuran besar, agak lamban dan tahan suasana asam.
Sedang pada perempuan, alat kelamin perempuan (Vagina) bersifat asam dan semakin kedalam semakin Basa, dan pada saat orgasme vagina akan semakin basa. Perubahan situasi Asam-Basa pada Vagina dapat diusahakan dari luar dengan pemilihan jenis makanan atau mencuci vagina sebelum melakukan hubungan seksual dengan soda kue untuk suasana basa dan cuka untuk meningkatkan suasana asam. Untuk lebih mempermudah semua maka uapaya Suami-istri untuk menentukan jenis kelamin anak adalah sbb:

Jenis kelamin Laki-laki
Jenis Kelamin Perempuan
Suami
Banyak makan daging
Banyak makan sayur
Hubungan seks pada hari ke 13-14 (pertengahan) sesudah sel telur lepas.
Hubungan seks sebelum pelepasan telur terakhir hari ke 14
Saat orgasme Penis mauk sedalam mungkin dan pertahankan
Saat orgasme penis ditarik setengah liang senggama

Istri
Mncapai orgasme terlebih dahulu
Orgasme tidak penting
Mencuci daerah kemaluan dengan soda jajan 1 sendok di campur air 2 liter, kemudian rendam duduk selama ½ jam sebelum hubungan seks
Mencuci daerah kemaluan dengan asam cuka 1 sendok dicampur air 2 liter, kemudian rendam duduk  ½ jam sebelum hubungan seks

Tidak ada komentar:

Posting Komentar